Sabtu, Februari 12, 2011

Snow Tubing; Another Way to Enjoy Snow

Musim dingin hampir berlalu. Sang mentari mulai terbenam menjelang setengah enam, pertanda musim semi mulai datang menyapa. Berbeda dengan di daerah di East Cost yang justru dilanda Blizzard (badai salju), salju di daerah West Cost justru sudah mulai jarang turun. But wait, bukan berarti party on the snow telah berahir.

Saatnya memperkenalkan satu lagi cara untuk menikmati salju di Amerika. “Snow tubing" Begitu orang di sini menyebutnya. Kalau di Indonesiakan mungkin artinya, “Perosotan Salju.” Anyway, kok arti Indonesianya kedengaran aneh. Translation saya kayaknya gak berhasil kali ini...

Well, semua pasti tau apa itu perosotan. Dahulu kala, waktu kita masih muda, sebutlah Taman Kanak-kanak, biasanya kita bermain perosotan yang terbuat dari plastik ataupun kayu. Yang plastik biasanya ditemukan di perkotaan, sedang bagi kami yang tinggal di desa, prosotannya terbuat dari kayu. Nah, konsep snow tubing hampir sama dengan yang ini. Bedanya, perosotannya terbuat dari salju yang membeku, bukan dari plastik atau bahkan kayu. Nantinya, seseorang akan meluncur dari atas bukit bersalju dengan bantuan ban dalam yang telah diisi udara. Maaf kalau penjelasan saya ribet,untuk lebih mengertinya segera menuju om Youtube lalu ketik snow tubing. I believe it's gonna be clear. Kalau anda beruntung, anda menemukan video saya disana...he he he

Kalau sebelumnya saya melakukan snow shoeing di Mount Baker, untuk snow tubing kali ini tempatnya bernama "The Summit at Snoqualmie - Washington Ski Resort." Letaknya diantara Snoqualmie dan Seattle. Berjarak sekitar 30 mile atau sekitar satu jam dari Seattle. Dan seperti arena olahraga musim dingin lainnya, tempat ini juga dilengkapi arena untuk ski dan snowboarding. Salju di daerah ini ternyata masih banyak karena merupakan daerah datarang tinggi. Tidak heran kalau saljunya masih turun.

Biaya yang dikenakan untuk bisa memasuki tempat ini sekitar 18 dollar untuk dua jam. Namun hari itu sepertinya keberuntungan berpihak pada saya dan teman-teman. Project coordinator kami menanggung semua biaya kali ini. Wah, indah nian hidup ini kalau selalu dapat yang gratis...Disinilah enaknya beasiswa....he he he

Wait, atau jangan-jangan saya salah paham. Bisa jadi coordinator saya tahu kalau Indonesia, India dan Pakistan adalah negara yang masyarakatnya kebanyakan orang miskin sehingga dia tidak tega hati meminta uang 18 dollar kepada kami. Ah, mungkin saja...Ah, biarlah....Ah, tak apa...

And here we goo..dari atas bukit, orang kampung yang dulunya hanya menghabiskan waktu kecilnya bermain bola di sore hari atau mandi di sungai di siang hari, bersiap berlari. Bajunya yang bertuliskan “Washington Huskies” seakan menegaskan kalau dirinya sedang di Washington bukan di Makassar atau Bulukumba. Yup, that was me. Dengan bantuan ban saya pun meluncur di atas salju berketinggian 20 meter. Tidak sampai semenit saya sudah berada di bawah...

Tuhan memang betul-betul Maha kuasa dengan segala ciptaan-Nya. Nikmat Tuhan mana lagi yang kau abaikan. Ayat itu kembali terlintas. Saya berusaha untuk selalu beryukur atas setiap hal baru yang saya dapati disini. Karena sepengatuhan saya, semakin kita bersyukur semakin Tuhan menambahkan nikmat-Nya kepada kita. Saya sangat bersyukur bisa ke Amerika, semoga karena bersyukurnya saya, Tuhan menambahkan nikmat-Nya. Sehingga suatu saat nanti, saya bisa ke Eropa, Australia, hingga Afrika....www.ngarep-banget.com

Untuk sesaat saya melihat sekeliling...Suatu saat nanti saya pasti akan merindukan tempat ini. Putih.....

3 komentar:

Miss Nea Muslimovic mengatakan...

keren yahh.. jdi kpengen juga main salju...:)

simple-learning mengatakan...

Nice ...
jd pengen ke sana, di sini ga putih lagi, yeah spring is coming!

Chen Kelvin mengatakan...

nice post

Pages